FILSAFAT ILMU (STUDI TENTANG URGENSI DESAIN ILMU ISLAM)

Abd Samad Baso

Abstract


Konsensus para filosof, bahwa objek filsafat pada awalnya sangat lebih luas dibanding dengan objek ilmu yang hanya terbatas pada persoalan empiris saja, sedangkan filsafat mencakup objek empiris maupun non-empiris. Namun, dalam perkembangannya, filsafat menjadi bagian dari ilmu itu sendiri (terspesialisasi), seperti filsafat religius, filsafat hukum, filsafat China, filsafat India, filsafat Pancasila, filsafat ilmu dan sebagainya. Alasannya filsafat tidak boleh terus-menerus diawang-awang. Dalam artian filsafat harus membimbing ilmu, apalagi sekarang ini ilmu sudah dilanda disintegrasi karena munculnya arogansi dan kompartementalisasi antara satu bidang ilmu dengan ilmu lainnya. Hal ini berbahaya terutama jika ilmu itu sudah lepas dari induknya (Islam), yakni ilmu sudah menjadi sekuler. Dalam perspektif ini ilmu sebagai kajian filsafat sangat kursial untuk dibahas. Karena itu, desain ilmu seharusnya dikembalikan kepada induknya (Islam) supaya ilmu bersih dari noda dan kepentingan komunitas tertentu yang sudah melekat pada diri ilmu itu. Mengembalikan ilmu kepada induknya, InsyaAllah ilmu akan memberikan keberkahan sebagaimana kaidah yang mengatakan al ilmu nurun

Keywords


filsafat; ilmu; Islam

Full Text:

PDF

References


Al-Qur’an Karim dan Terjemahnya. 2015. Departemen Agama RI. Semarang: C.V. Toha Putra.

Al-Attas, Sayed Naquib. 1981. Islam dan Sekularisme. Bandung: Pustaka.

Azhim, Abdul. 1989. Epistemologi dan Aksiologi Ilmu, Perspektif Al-Qur’an. Bandung: CV. Rosda.

Azizy, A. Qodri. 2003. Pengembangan Ilmu-Ilmu Keislaman, cet. I. Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam Departemen Agama RI.

Bakar, Usman. 1997. Hirarki Ilmu, cet. I. Bandung: Mizan.

Baso, Abd. Samad. 2003. Potret Kebenaran Ilmiah dalam Perspektif Islam dalam Jurnal Islamic Resources. Vol. No.3/V/2003.

------------------------. 2010. Keniscayaan Ilmu Islami dalam Jurnal Ishlah. No. 27 Tahun XII, September-Desember 2010. Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia.

Bahtiar, Amsal. 2019. Filsafat Ilmu, cet. 16. Depok: Rajawali Pers.

Brend. 1965. History of Rasionalisme dalam Ensiklopedia Britanica, vol xv.

Fuaddin dan Cik Hasan Basri. 1989. Dinamika Pemikiran Islam di Perguruan Tinggi. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Ghulsyaini, Mahdi. 1989. Filsafat Sains menurut Al-Qur’an, cet. I. Jakarta: Mizan.

Gorys, Kerraf. 1984. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia.

Muniron. 2011. Epistemology Ikhwan As-Shafa, cet. I. Yogyakrta: Pustaka Pelajar.

Poespoprodjo, W. 2015, cet. III. Logika Scientifika. Bandung: Pustaka Setia.

Qadir, C.A. 1989. Filsafat Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Jakarta: Yayasam Obor Indonesia.

Shihab, Quraish. 1996. Wawasan Al-Qur’an, cet. I. Bandung: Mizan.

Sumantri, Jujun S. 1988. Filsafat Ilmu. Jakarta: Sinar Harapan.

Suseno. 1991. Berfilsafat dari Konteks. Jakarta: Gramedia.

Titus (et. al). 1985 persoalan-persoalan Filsafat. Jakarta: Bulan Bintang.




DOI: http://dx.doi.org/10.33096/jiir.v17i2.83

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Abd Samad Baso

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

___________________________________________________________
Jurnal Ilmiah Islamic Resources
p-ISSN 1412-3231; e-ISSN 2720-9172
Published by Universitas Muslim Indonesia
W : http://jurnal.fai.umi.ac.id/index.php/islamicresources
E : islamicresources@umi.ac.id

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0



View My Stats