KONSEP AL-WALA’ WA AL-BARA’ PERSPEKTIF SAYYID QUTH

Ulya Rofi’ah Zahara

Abstract


Konsekuensi dari kalimat syahadat Lailaha illallah, yaitu meninggalkan segala bentuk penyembahan kepada selain Allah SWT serta penetapan untuk menyembah hanya kepada Allah SWT. Hal ini merupakan konsekuensi pada diri setiap muslim atau yang disebut dengan akidah al-wala’ wa al-bara’, namun konsep ini menimbulkan perbedaan pendapat. Pada sebagian kelompok, konsep al-wala’ wa al bara’ merupakan puncak keimanan dari seorang muslim, sedangkan kelompok yang lain menjadikan konsep ini sebagai alasan untuk bersikap intoleran terhadap nonmuslim dan menimbulkan perpecahan umat Islam. Penelitian ini membahas tentang konsep al-wala’ wa al-bara’ perspektif Sayyid Quthb dengan pokok permasalahan yang akan diteliti adalah: (1) Bagaimana konsep al-wala’ wa al-bara’  perspektif Sayyid Quthb, (2) Bagaimana kontekstualisasi al wala’ wa al-bara’ dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat kualitatif dan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang memerlukan buku-buku dan literatur terkait dengan penelitian. Dengan analisis deskriptif, penelitian ini mendeskripsikan penafsiran Sayyid Quthb dalam tafsir fi dzilalil qur’an tentang konsep al-wala’ wa al bara’ dan dikontekstualisasikan dalam kehidupan sosial. Hasil dari penelitian ini adalah: konsep al-wala’ wa al-bara’ perspektif Sayyid Quthb yaitu tidak menjadikan kaum Ahli Kitab (kafir) sebagai pemimpin, memisahkan diri dari barisan lain dan bersikap loyal hanya kepada Allah, Rasulullah dan kaum muslimin, memberikan batasan yang jelas dan tegas antara toleransi dan loyalitas, terputusnya hubungan kerabat setelah terputusnya hubungan dalam akidah. Bentuk dari kontekstualisasinya yaitu dengan meninggalkan kesyirikan, membantu saudara seiman, dan tidak bertasyabbuh

Keywords


al-wala’ wa al-bara’; Sayyid Quthb; tafsir fi dzilalil qur’an

References


Baharudin, A. G. (2021). Biografi Sayid Qutub (Ilmuan yang Dihukum Mati). Al-Qurra’, Januari, 31

Syaikh Muhammad At-Tamimi, Kita>b Al-Tauhi>d Terj. Muhammad Yusuf (Jakarta: Yayasan Al-Sofwa, 2000), 52.

Moehammad Thahir Badrie, Syarah Kitab Al-Tauhid Muhammad bin Abdul Wahhab (Jakarta: Pustaka Panji Mas, 1984), 103.

Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, At-Tauhid Lish Shaffil Awwal Al-Ali Terj. Agus Hasan Bashori (Jakarta: Akafa Press, 1998), 145.

Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, Al-Qaulul Mufid „ala Kitabit Tauhid II Terj. Asmuni (Jakarta: Darul Falah, 2006), 70.

Sayyid Quthb, Tafsir Fi Zilalil Qur’an jilid III (Jakarta: Gema Insani Press, 2003), 249.

Sayyid Quthb, Tafsir Fi> Z}ila>lil Qur’an Jilid I (Jakarta: Gema Insani Press, 2003), 406.

Shalah Abdul Fatah Al-Khalidi, Pengantar Memahami Tafsir Fi Z}ilalil Qur’an

Sayyid Quthb(Solo: Era Intermedia, 2001), 23.




DOI: http://dx.doi.org/10.33096/altafaqquh.v7i2.1544

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Ulya Rofi’ah Zahara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Al-Tafaqquh: Journal Of Islamic Law indexed by:

        

___________________________________________________________
Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law
ISSN : 2720-9164
Published by Muslim University of Indonesia
W : http://jurnal.fai.umi.ac.id/
E : altafaqquhjournal@umi.ac.id

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0



View My Stats